Kapolsek Palakka Sosialisasikan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan serta Perundungan di SD Negeri 32 Cinennung
Bone – Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, Kapolsek Palakka melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan serta perundungan (bullying) kepada para siswa dan tenaga pendidik di SD Negeri 32 Cinennung, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh kepala sekolah, para guru, siswa-siswi, serta personel Polsek Palakka. Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Palakka memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun sikap saling menghargai, menghormati sesama teman, serta menghindari segala bentuk tindakan kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah. Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat
Kapolsek Palakka menyampaikan bahwa perundungan dapat berdampak buruk terhadap perkembangan mental, emosional, dan prestasi belajar anak. Oleh karena itu, seluruh siswa diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menciptakan suasana belajar yang harmonis serta berani melaporkan kepada guru maupun orang tua apabila mengalami atau melihat tindakan perundungan.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Jangan ada kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah. Mari kita saling menghormati dan menjaga persatuan,” ujar Kapolsek dalam arahannya. Upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan juga sejalan dengan berbagai program pembentukan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.
Selain memberikan materi tentang pencegahan perundungan, Kapolsek juga mengajak para siswa untuk menjauhi perilaku negatif, meningkatkan disiplin, patuh terhadap guru dan orang tua, serta memanfaatkan waktu belajar dengan kegiatan yang positif.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian Polsek Palakka dalam memberikan edukasi kepada peserta didik. Diharapkan melalui kegiatan sosialisasi ini, kesadaran para siswa tentang bahaya kekerasan dan perundungan semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan aman, tertib, dan penuh antusias dari para siswa yang mengikuti sosialisasi. Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara pihak kepolisian dan dunia pendidikan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama.






















