Polresbonetribratanews.com, Bone ~ Awangpone, bertempat di Aula Kantor Desa Lappoase, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, berlangsung kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) II dalam rangka Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Institut Batari Toja Bone Angkatan XIX Tahun Akademik 2024/2025.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Posko PKL, Adhi Pratama, dan dihadiri oleh berbagai pihak yang turut berperan dalam mendukung jalannya musyawarah. Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Desa Lappoase, Irma, yang mewakili pemerintah desa, serta Dosen Pembimbing Institut Batari Toja Bone, Per. Andi Artipasari, S.Kep, Ns, M.Kes, yang memberikan arahan kepada mahasiswa PKL. Turut hadir pula Bhabinkamtibmas Desa Lappoase, AIPTU Rahmat Karim, S.H., yang memastikan keamanan dan kelancaran acara.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh para Kepala Dusun, staf desa, serta bidan desa, yang berperan dalam mendukung program kesehatan di wilayahnya. Para kader kesehatan, tokoh adat, dan tokoh perempuan turut serta dalam diskusi untuk memberikan masukan serta berbagi pengalaman mereka terkait kondisi kesehatan masyarakat. Tidak ketinggalan, mahasiswa PKL dari Institut Batari Toja Bone sebagai pelaksana program juga aktif dalam memaparkan hasil pendataan dan berdiskusi dengan masyarakat guna mencari solusi terbaik bagi permasalahan kesehatan yang ditemukan di desa tersebut.
Acara diawali dengan pembukaan oleh protokol, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa. Setelah itu, beberapa sambutan disampaikan oleh perwakilan desa dan pihak akademik.
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) II ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pendataan serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Harapannya, hasil dari kegiatan ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
Kapolsek Awangpone Polres Bone AKP Supriyadi, S.Sos., mengharapkan agar dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan desa yang sehat dan sejahtera.
(Awp~14)






















