Awangpone, 12 Juli 2025 – Bertempat di Aula Kantor Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, telah berlangsung kegiatan Pembentukan Posyandu Era Baru, sebagai bentuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih modern, terstruktur, dan kolaboratif. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintahan, lintas sektor, tenaga kesehatan, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Awangpone Andi Aidil Apriadi Sammang, S.IP., M.A.P., Kapolsek Awangpone AKP Supriyadi, S.Sos., Kepala UPT Puskesmas Paccing drg. Hj. Yuliana Syam, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Awangpone Mulyadi, S.P., Kepala KUA Awangpone Abd. Rahim Riduang, S.Ag., M.Hi., Kasi PMD Kecamatan Awangpone Muh. Sabir, S.Sos., serta Kepala Desa Mappalo Ulaweng Risman dan Ketua BPD Sabaruddin B Beta. Selain itu, turut hadir Bhabinkamtibmas Desa Mappalo Ulaweng Aiptu Rahmat Karim, SH, para kepala dusun, staf desa, kader kesehatan, serta perwakilan tokoh masyarakat, agama, dan pemuda dengan total peserta sekitar 30 orang.
Kegiatan ini bertujuan untuk merevitalisasi dan menyegarkan peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dasar masyarakat. Dengan semangat “Posyandu Era Baru”, pemerintah desa bersama lintas sektor berkomitmen untuk membangun Posyandu yang terintegrasi dengan berbagai layanan seperti kesehatan ibu dan anak, gizi, sanitasi lingkungan, pertanian keluarga, serta edukasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan lainnya.
Dengan adanya sinergitas yang telah ditunjukkan oleh seluruh unsur dalam pembentukan Posyandu Era Baru dengan harapan agar kehadiran Posyandu ini tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat edukasi masyarakat dalam membangun keluarga sehat dan mandiri. Sementara itu, pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas akan terus mendukung kegiatan sosial masyarakat yang bersifat preventif dan menyejahterakan.
Posyandu Era Baru akan mengedepankan pelayanan yang lebih berkualitas dengan pendampingan rutin dari tenaga kesehatan dan pelatihan berkala bagi para kader. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi masyarakat, terutama dalam program-program kesehatan ibu, anak, serta pencegahan stunting di tingkat desa.
(Awp~14)






















