Bone-ponre- Polsek Ponre berhasil menyelesaikan kasus penganiayaan warga melalui pendekatan problem solving. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menangani permasalahan masyarakat dengan cara yang lebih humanis dan efektif, Sabtu, (20/7/2024).
Kejadian penganiayaan ini melibatkan dua warga dusun ciro desa Bolli kecamatan Ponre, yang mana lelaki Bararing Bin Abdul Rahman telah dianiaya (dipukul) oleh lelaki Bahtiar Bin ali Yakub sebanyak 2 (dua) kali pada bagian muka, sehingga lelaki Bararing Bin Abdul Rahman selaku korban, melaporkan hal tersebut kekantor Polsek Ponre, Menerima laporan dari masyarakat, Polsek Ponre segera mengambil langkah cepat untuk mengamankan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
Kapolsek Ponre AKP Samsu Rijal SH , mengungkapkan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya penyelesaian masalah yang mendasar. “Kami mengedepankan pendekatan problem solving untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak, sehingga dapat menciptakan perdamaian dan harmoni di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam proses mediasi yang dilakukan, kedua pihak yang terlibat dalam penganiayaan tersebut didampingi oleh tokoh masyarakat dan keluarga masing-masing. Setelah mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak, Polsek Ponre memfasilitasi dialog untuk menemukan titik temu dan menyelesaikan konflik tanpa harus melalui proses hukum yang panjang.
Hasil dari mediasi ini membuahkan kesepakatan damai antara kedua pihak. Mereka sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Selain itu, Polsek Ponre juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menyelesaikan konflik secara damai dan menghindari tindakan kekerasan.
Pendekatan problem solving yang diterapkan oleh Polsek Ponre mendapat apresiasi dari warga setempat. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah membantu menyelesaikan masalah ini dengan cara yang damai dan bijaksana,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi penyelesaian konflik di masyarakat lainnya, dimana dialog dan mediasi menjadi prioritas utama. Polsek Ponre berkomitmen untuk terus mendukung keamanan dan ketertiban di wilayahnya melalui pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi pada perdamaian,
ML79






















