Pattiro Sompe – Kamis, 09 Mei 2024. Salah seorang warga Dusun Botto Desa Pattiro Sompe Kecamatan Sibulue, Anca, memasang palang bambu untuk menutup jalan tani yang telah menjadi akses bagi petani selama bertahun-tahun. Keputusan ini dipicu oleh klaim tanah yang dilontarkan Anca, warga setempat, meskipun jalanan tersebut sudah terbentuk sejak lama.
Kepala Desa Pattiro Sompe, Heri Arham, menyatakan bahwa upaya mediasi oleh pihak pemerintah desa tidak berhasil menenangkan Anca, yang bahkan bersikeras dengan sikap kasarnya. Hal ini menimbulkan kemarahan dari beberapa petani yang terganggu dengan tindakan Anca.
Tindakan tegas kemudian diambil oleh Bhabinkamtibmas, Pak Sudirman, yang berhasil menenangkan situasi dengan memastikan kembali keamanan dan keharmonisan di masyarakat. Dengan intervensi yang tepat, Anca akhirnya bersedia membuka kembali jalan tani tersebut setelah menutupnya dengan palang bambu.
Peran penting Bhabinkamtibmas dalam mengamankan situasi disambut baik oleh warga, yang merasa lega dengan penyelesaian yang cepat dan tegas. Kehadiran yang tepat waktu dari pihak kepolisian diapresiasi oleh warga, yang menyatakan rasa syukur atas kejadian yang dapat diatasi dengan baik
“Untung cepat i datang Pak Sudi (Bripka Sudirman; Bhabinkamtibmas). Seandainya lambat i, nda ditau agana kejadiang. Kata Udding, salah seorang warga, dengan mengunakan dialeg setempat.






















