Tellu Siattinge, polresbonetribratanews.com – Wakapolsek Tellu Siattinge Iptu Tajudin, S.Sos., memberikan imbauan dan arahan kepada masyarakat tentang tata cara berkendara yang baik dan benar, terutama tentang bagaimana memuat penumpang.
Kegiatan ini Tajudin laksanakan pada hari Kamis (05/10/2023), berlokasi di jalan poros Bone-Wajo, Kelurahan Toksaeng, Tellu Siattinge, Bone.

Larangan memuat penumpang dengan mobil angkut barang
Tajudin bersama Kanit Samapta Aiptu Soedjadi, turun langsung ke jalan raya untuk memberikan imbauan kepada pengendara yang memuat penumpang dengan menggunakan mobil pick up. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kecelakan di jalan raya.
Baca juga : Jumat curhat, Polsek Tellu Siattinge temui warga Desa Sijelling
“Peringatan dan imbauan ini kami berikan agar masyarakat dapat mengetahui bahwa ada keadaan-keadaan tertentu yang memang dilarang oleh undang-undang. Salah satunya yaitu memuat penumpang atau orang, dengan menggunakan mobil barang,” ujar Tajudin.
Tajudin pun mengingatkan mereka tentang peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menelan korban siswa MTs An-Nur Patangnga, beberapa waktu lalu.

“Pada saat itu pengendara mobil, memuat penumpang dengan menggunakan mobil pick up, yang merupakan mobil angkut barang. Keadaan ini pun sama dengan yang kami temukan saat ini. Ketika terjadi sedikit saja kecelakaan maka penumpangnya akan berada dalam kondisi yang berbahaya, karena mereka duduk di mobil dalam keadaan terbuka, jauh dari kata aman,” terang Tajudin.
Kendaraan berupa satu mobil pick up itu parkir tidak jauh dari kantor Polsek Tellu Siattinge. Tajudin yang melihatnya, langsung tanggap dan mendatangi kendaraan tersebut.
Baca juga : Personel Polsek Tellu Siattinge Membangun Komunikasi dengan Pedagang di Pasar Tokaseng
“Ini sebagai bentuk edukasi dan peringatan, karena kami di Polsek pun tidak dibekali dengan blangko tilang untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas tersebut. Apalagi keadaan seperti ini banyak dan sering terjadi di pedesaan, seakan-akan telah menjadi kebiasaan masyarakat,” tambah Tajudin.
Masyarakat terutama di pedesaan, lebih sering dan lebih senang mengendarai kendaraan atau mobil bak terbuka atau pick up. Hal ini banyak penyebabnya, di antaranya karena kurangnya kendaraan, serta mobil tersebut dapat memberikan tempat dan muatan yang banyak untuk para penumpangnya.
Namun sekali lagi, kendaraan jenis ini tidak dapat memberikan jaminan keamanan kepada para penumpang, karena merupakan kendaraan angkut barang.
AI_26






















