BONE – Seorang petani berusia 61 tahun mengalami luka serius akibat diserang dengan senjata tajam di Kelurahan Polewali, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Insiden ini terjadi pada Sabtu (26/10/2024) sekitar pukul 16.15 WITA.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Yusriadi Yusuf, S.I.K., M.H. mengonfirmasi bahwa kejadian bermula dari sengketa pembakaran jerami di lahan persawahan. “Korban berinisial T (61) mengalami luka parah setelah diserang dengan sebilah parang oleh tersangka H.R (64),” ungkapnya.
Berdasarkan keterangan polisi, insiden dipicu ketika tersangka membakar jerami di lahan persawahan milik istrinya. Korban yang melihat kejadian tersebut kemudian menegur dan melarang aktivitas pembakaran tersebut. Situasi memanas saat terjadi cekcok yang berujung pada penyerangan.
“Korban sempat menunjuk mata tersangka yang kemudian memicu emosi. Tersangka langsung melakukan penyerangan menggunakan parang,” jelas AKP Yusriadi.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami beberapa luka serius, termasuk: Luka terbuka pada bagian hidung, Dua luka terbuka di pipi kiri, Luka terbuka pada dagu, Luka terbuka di paha kiri
Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Tenriawaru untuk mendapatkan perawatan medis. Tim gabungan dari Unit Resmob Sat Reskrim dan Unit Opsnal Sat Intelkam Polres Bone berhasil mengamankan tersangka di rumah anaknya di Dusun 1, Desa Tirong, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone.
“Kami telah mengamankan barang bukti berupa sebilah parang beserta warangkanya. Tersangka kini ditahan di Mapolres Bone untuk proses hukum lebih lanjut,” tambah AKP Yusriadi.
Pihak kepolisian mengarahkan keluarga korban untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi di SPKT Polres Bone guna penyelidikan lebih lanjut.
AKP Yusriadi mengingatkan bahwa tindak kekerasan dengan senjata tajam dapat dikenakan pasal yang memberatkan karena dapat mengakibatkan korban mengalami luka berat. Bahkan meninggal dunia
Melalui kesadaran bersama dan penerapan langkah-langkah preventif, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Kasus ini menjadi pembelajaran berharga tentang pentingnya mengelola konflik dan emosi dalam kehidupan bermasyarakat.
beberapa langkah preventif yang bisa diambil untuk mencegah konflik serupa:
Mediasi Dini dengan Libatkan tokoh masyarakat atau aparat desa dan bhabinkamtibmas sejak awal konflik, Utamakan dialog daripada konfrontasi langsung, Cari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak (End)






















