Pada hari Selasa, tanggal 24 Juni 2025, sekitar pukul 09.45 WITA, bertempat di Aula Kantor Desa Jaling, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, telah dilaksanakan kegiatan Rembuk Stunting yang dirangkaikan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka Penyusunan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam upaya menyusun arah pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan, dengan fokus utama pada pencegahan dan penanggulangan stunting.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari lintas sektor. Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Camat Awangpone Andi Aidil Apriadi Sammang, S.IP., M.A.P., Kapolsek Awangpone AKP Supriyadi, S.Sos., W.S. Danramil 06 Awangpone Peltu Tobrino Masruni, Kepala KUA Awangpone Abdurahim Riduang, S.Ag., M.Hi., serta Kepala UPT Puskesmas Paccing Drg. Hj. Yuliana Syam. Turut hadir pula Kepala UPP Pertanian Awangpone Mulyadi, SP., dan Korcam Tenaga Pendamping Profesional Kecamatan Awangpone Ir. Muh. Tang, S.T.
Pentingnya kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah desa, lembaga vertikal, dan masyarakat dalam menyusun program pembangunan desa yang tepat sasaran. Penanganan stunting harus menjadi prioritas bersama demi menciptakan generasi sehat dan produktif di masa mendatang. Rembuk stunting yang digelar ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.
Setelah sesi rembuk stunting, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa untuk membahas prioritas program dan kegiatan yang akan dituangkan dalam RKPDes Tahun Anggaran 2026. Ketua BPD Desa Jaling, Amiruddin, memimpin jalannya musyawarah bersama para Kepala Dusun, perangkat desa, dan unsur masyarakat. Musyawarah berlangsung secara partisipatif dengan menjaring berbagai aspirasi dari peserta yang hadir.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang kondusif dan penuh semangat kolaboratif. Pemerintah Desa Jaling bersama seluruh unsur yang hadir menyatakan komitmen untuk terus bekerja sama dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif, sehat, dan berdaya saing, dengan prioritas utama pada pencegahan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
(Awp~14)






















