Bone,-Apala Suasana mencekam sempat terjadi di Lingkungan Matekko, Kelurahan Apala, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Rabu pagi (25/6), ketika seorang warga diduga mengalami gangguan jiwa dan menyekap istri serta anaknya dengan menggunakan sebilah parang.
Pelaku diketahui bernama Sakka bin Lagge, 69 tahun, seorang petani yang tinggal di lingkungan tersebut. Kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WITA. Warga setempat melaporkan bahwa Sakka mengancam akan membunuh keluarganya dengan senjata tajam di dalam rumahnya.
Informasi pertama kali diterima oleh Kepala Lingkungan Matekko, Edi, yang kemudian segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota piket Regu III Polsek Barebbo yang dipimpin oleh Aipda H. Karman, S.Sos, bersama Bripka Samsu Alam, S.Sos, Bripka Retno Tahir, S.H, Bhabinkamtibmas Aipda Hendra Elvian M, serta Babinsa Serma Ismail langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tim gabungan melakukan langkah-langkah evakuasi dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah setempat, kepala lingkungan, dan pihak keluarga. Koordinasi juga dilakukan dengan Puskesmas Barebbo, khususnya petugas jiwa dan bidan desa.
Setelah dilakukan pendekatan persuasif, pihak keluarga menyatakan kesediaan untuk membawa Sakka ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis. Sekitar pukul 09.30 WITA, Sakka berhasil diamankan tanpa insiden dan langsung dikawal menuju RSU Tenriawaru Bone.
Saat ini, Sakka telah berada di RSU Tenriawaru Bone dan tengah menjalani proses pemeriksaan serta registrasi. Pengawasan ketat terus dilakukan oleh petugas dari TNI, Polri, tenaga kesehatan jiwa, bidan desa, dan keluarga.
Pihak aparat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika terdapat gejala atau perilaku mencurigakan dari warga sekitar yang berpotensi membahayakan.
Kapolsek Barebbo, Iptu Muhammad Arif, S.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan pendekatan humanis dan koordinatif.
> “Setibanya di lokasi, anggota kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah setempat, kepala lingkungan, serta pihak keluarga. Kami juga melibatkan petugas kesehatan dari Puskesmas Barebbo dan bidan desa untuk penanganan medis. Alhamdulillah, situasi dapat dikendalikan dan pelaku berhasil diamankan tanpa ada korban jiwa,” jelas Iptu Arif.
Lebih lanjut, Kapolsek menambahkan bahwa setelah dilakukan komunikasi dengan keluarga, mereka sepakat untuk membawa Sakka ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan kejiwaan lebih lanjut.
Lanjut Kapolsek juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap peduli terhadap kondisi warga sekitar, terutama mereka yang menunjukkan gejala gangguan mental, agar segera dilaporkan dan mendapat penanganan tepat.
> “Keselamatan keluarga dan warga sekitar adalah prioritas utama. Kami mendorong masyarakat untuk tidak segan melapor apabila menemukan kasus serupa,” tutup Iptu Arif.
Nnzz






















