Menu

Mode Gelap
Kecelakaan Tunggal di Jembatan PanasaE Lappariaja, Pengendara Ojek Meninggal Dunia TIM GABUNGAN BRIMOB BATALYON C DAN SAT SAMAPTA POLRES BONE GAGALKAN AKSI TAWURAN REMAJA DI WATAMPONE Polres Bone Buka Layanan Penitipan Kendaraan dan Barang Berharga Gratis bagi Pemudik Idul Fitri 1447 H Viral Video Konsumsi Sabu, Polres Bone Lakukan penelusuran ternyata Kejadian Setahun Lalu Respons Cepat Polsek Lappa Riaja Tangani Dugaan Penganiayaan Anak, Tegaskan Tidak Ada Penolakan Laporan

Daerah · 24 Jan 2026 18:06 WITA ·

Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Diidentifikasi, Kapolda Sulsel Sampaikan Duka Mendalam


 Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Diidentifikasi, Kapolda Sulsel Sampaikan Duka Mendalam Perbesar

Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan dan identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Kegiatan tersebut berlangsung di Biddokkes Polda Sulsel, Sabtu (24/01/2026).

Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., bersama Dirjen PSDKP KKP Dr. Pung Nugroho Saksono, A.Pi., M.M., Deputi Operasi Basarnas Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso, S.E., M.M., M.TR.Opsla, Kapusident Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mashudi, S.I.K., S.H., M.Hum, Karo Labdokkes Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F., serta Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S., QHIA.

Kapolda Sulsel dalam keterangannya menyampaikan bahwa Tim SAR Gabungan telah berhasil mengevakuasi seluruh korban dari lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulu Saraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Selanjutnya, proses identifikasi dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Gabungan secara menyeluruh dan ilmiah.

“Tim DVI yang terdiri dari Biddokkes Polda Sulsel, didukung Pusdokkes Polri, Inafis Polda Sulsel, Pusident Bareskrim Polri, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, telah berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang pesawat,” ujar Kapolda.

Dari total 11 kantong jenazah yang diterima, sebanyak 10 korban berhasil diidentifikasi. Tujuh di antaranya merupakan kru pesawat dan tiga lainnya penumpang. Satu kantong jenazah berisi bagian tubuh berupa tulang dipastikan merupakan bagian dari salah satu korban yang telah teridentifikasi, sehingga seluruh korban yang tercantum dalam manifest dinyatakan lengkap dan identik.

Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris menjelaskan secara rinci hasil identifikasi terhadap tujuh korban yang diterima pada hari Jumat, 23 Januari 2026, Tim DVI Gabungan yang terdiri dari Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, didukung oleh Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Inafis Polda Sulsel, Tim Pusident Polri, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (UNHAS), telah menerima 7 (tujuh) kantong jenazah dan melaksanakan proses identifikasi.

1. Kantong jenazah nomor PM 62 B.05 cocok dengan nomor AM 008, teridentifikasi sebagai Yoga Noval Prakoso, beralamat di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, berdasarkan sidik jari, properti, dan ciri medis.

2. Kantong jenazah nomor PM 62 B.06 dan PM 62 B.03 (body part) cocok dengan nomor AM 003, teridentifikasi sebagai Hariadi, beralamat di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berdasarkan sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.

3. Kantong jenazah nomor PM 62 B.07 cocok dengan nomor AM 001, teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Gunawan, beralamat di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, berdasarkan sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.

4. Kantong jenazah nomor PM 62 B.08 cocok dengan nomor AM 007, teridentifikasi sebagai Ferry Irawan, beralamat di Desa Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, berdasarkan sidik jari, properti, dan ciri medis.

5. Kantong jenazah nomor PM 60 B.09 cocok dengan nomor AM 005, teridentifikasi sebagai Dwi Murdiono, beralamat di Jalan Prajasa, Puri Indrakila, Bogor, Jawa Barat, berdasarkan sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.

6. Kantong jenazah nomor PM 62 B.10A, PM 62 B.10B (body part), dan PM 62 B.05 (properti) cocok dengan nomor AM 009, teridentifikasi sebagai Restu Adi Pribadi, beralamat di Jalan Tanjakan Kampung Baru, Kampung Makassar, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, berdasarkan sidik jari, properti, dan ciri medis.

7. Kantong jenazah nomor PM 62 B.11 cocok dengan nomor AM 010, teridentifikasi sebagai Andi Dhananto, beralamat di Perumahan Tigaraksa, Desa Marga, Kabupaten Tangerang, Banten, berdasarkan sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.

“Dengan demikian, hingga hari ini Tim DVI Gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 10 korban dari seluruh kantong jenazah yang diterima,” jelas Kabiddokkes.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Sulsel mewakili Kapolri menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga para almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisinya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutup Kapolda.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polda Sulsel : keselamatan anak tanggung jawab kita bersama orang tua diminta Jaga Keselamatan Anak Saat Demo

29 Agustus 2026 - 09:58 WITA

Kapolda Sulsel Lepas Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V Tahun 2026, Sinergi Polri dan Komunitas Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat

28 Agustus 2026 - 13:38 WITA

Polda Sulsel Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Penyidik Melalui Sertifikasi

26 Agustus 2026 - 19:22 WITA

Kapolda Sulsel Pimpin Apel Gelar Pasukan Silaturahmi Kamtibmas, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Sulawesi Selatan

26 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Polda Sulsel Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026, Teguhkan Semangat Perjuangan dan Pengabdian

21 Agustus 2026 - 14:32 WITA

Kapolda Sulsel Hadiri Pelepasan Bantuan Kemanusiaan Forkopimda Sulsel untuk Korban Gempa NTT

18 Agustus 2026 - 19:31 WITA

Trending di Daerah