Tellu Siattinge, polresbonetribratanews.com – Kesadaran akan potensi ancaman radikalisme dalam agama menjadi salah satu isu penting yang perlu menjadi perhatian Polri di tengah-tengah masyarakat.
Dalam upaya mengatasi isu ini, Bhabinkamtibmas Polsek Tellu Siattinge, Aiptu Suhati melakukan sambang dan berdialog dengan warga di desa binaannya. Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan mengajak agar mereka mewaspadai pemahaman radikal dalam agama.
Kegiatan ini Aiptu Suhati laksanakan pada hari Senin (23/10/2023), berlokasi di desa Patangnga, Tellu Siattinge, Bone.
Baca juga : Jumat curhat, cerita kamtibmas antara warga dan polisi
Sambang yang Suhati lakukan ini bukan hanya sekadar sambang keamanan, tetapi juga sebagai bentuk pendekatan sosial dan edukatif kepada masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Suhati membangun komunikasi yang baik dengan warga dan memberikan informasi tentang pentingnya menjaga pemahaman yang seimbang dalam agama.
“Ancaman radikalisme akibat pemahaman terhadap agama yang setengah-setengah adalah hal yang perlu kita semua khawatirkan. Karena apabila pemahaman seperti itu tumbuh subur, akan dapat menghancurkan bangsa Indonesia,” ujar Suhati.
Perlunya pembelajaran agama yang baik
Suhati pun menerangkan bahwa masyarakat perlu belajar, terutama tentang ilmu agama yang baik dan benar. Sehingga mampu untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Hal ini tentunya tidak mudah, karena belajar agama, terutama agama Islam, itu tidak mudah dan singkat. Melainkan perlu pembelajaran dan pengenalan yang bertahap serta berkesinambungan.
“Perlu adanya edukasi yang bertahap, rutin, serta terstruktur, agar masyarakat dapat memahami dengan benar dan baik tentang ilmu agama yang sebenarnya,” terang Suhati.
Dalam percakapan dengan warga, Suhati menjelaskan bahwa pemahaman radikalisme dalam agama bisa mengarah pada tindakan kekerasan dan terorisme. Ia menyatakan bahwa agama seharusnya menjadi sumber kedamaian, persaudaraan, dan kasih sayang, bukan untuk membenarkan tindakan yang merugikan orang lain.
Baca juga : Personel Polsek Tellu Siattinge Membangun Komunikasi dengan Pedagang di Pasar Tokaseng
Suhati juga memberikan contoh-contoh kasus radikal yang telah terjadi di berbagai tempat, yang sering dimulai dari pemahaman agama yang sempit dan ekstrem.
Ia mengajak warga untuk lebih memahami nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan persatuan dalam agama mereka, serta berbicara dengan hati yang terbuka.
Upaya Suhati ini untuk berperan aktif dalam membangun kesadaran masyarakat tentang isu-isu keamanan dan radikalisme.
“Semoga upaya kami ini dapat membantu mencegah penyebaran pemahaman radikal dalam agama dan memperkuat persatuan dan toleransi antarumat beragama,” tutup Suhati.
AI_26






















