Menu

Mode Gelap
Polres Bone Buka Layanan Penitipan Kendaraan dan Barang Berharga Gratis bagi Pemudik Idul Fitri 1447 H Viral Video Konsumsi Sabu, Polres Bone Lakukan penelusuran ternyata Kejadian Setahun Lalu Respons Cepat Polsek Lappa Riaja Tangani Dugaan Penganiayaan Anak, Tegaskan Tidak Ada Penolakan Laporan Kasat Narkoba Polres Bone Bantah Dugaan Suap Dalam Penanganan Kasus Narkoba Satresnarkoba Polres Bone Amankan Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Jalan Pisang Baru

Daerah · 22 Jan 2026 07:14 WITA ·

Biddokkes Polda Sulsel Serahkan Satu Jenazah Korban Laka Pesawat ATR 42-500 ke Keluarga


 Biddokkes Polda Sulsel Serahkan Satu Jenazah Korban Laka Pesawat ATR 42-500 ke Keluarga Perbesar

Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar konferensi pers terkait penyerahan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 kepada pihak keluarga. Kegiatan tersebut berlangsung di Biddokkes Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026).

Konferensi pers dipimpin Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., bersama Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S., QHIA.

Kabid Humas Polda Sulsel menyampaikan bahwa sampai saat ini Biddokkes Polda Sulsel melalui tim DVI telah menangani proses identifikasi korban. Satu jenazah yang berhasil teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarga hari ini sekitar pukul 14.00 Wita.

Korban yang telah diserahkan kepada pihak keluarga diketahui bermama Florencia
Lolita Wibiono (33). Penyerahan jenazah turut didampingi oleh kedua orang tua korban, kakak kandung, serta kakak ipar. Selanjutnya, jenazah dijadwalkan akan diterbangkan menuju Jakarta pada pukul 22.00 Wita.

Sementara itu, Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris menjelaskan bahwa satu jenazah lain yang baru diterima saat ini masih menjalani proses identifikasi oleh tim DVI.

Ia menjelaskan, proses identifikasi dilakukan dengan dua metode, yakni metode primer dan metode sekunder. Metode primer meliputi pemeriksaan sidik jari, profil gigi, serta DNA apabila diperlukan. Pemeriksaan DNA, lanjutnya, membutuhkan waktu lebih lama dibanding metode lainnya.

“Apabila metode primer tidak dapat dilakukan secara optimal, maka digunakan metode sekunder, seperti pencocokan data medis, properti korban, pakaian, dan ciri-ciri lain yang melekat pada jenazah,” jelasnya.

Kabiddokkes menegaskan bahwa dalam proses identifikasi, tim DVI mengedepankan ketepatan dibandingkan kecepatan. Tim bekerja secara maksimal agar identitas korban dapat dipastikan secara akurat sebelum diserahkan kepada keluarga.

“Kami mohon doa agar proses identifikasi terhadap jenazah berikutnya dapat segera diselesaikan dengan hasil yang tepat,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kapolda Sulsel Pantau Langsung Aksi May Day 2026, Ribuan Personel Disiagakan

1 Mei 2026 - 14:20 WITA

Amankan May Day 2026, Polda Sulsel Siagakan 2.181 Personel Gabungan dalam Operasi Kontingensi Aman Nusa I

30 April 2026 - 17:36 WITA

Ditreskrimsus Polda Sulsel Raih Dua Penghargaan Nasional pada Rakernis Kortastipidkor Polri 2026

29 April 2026 - 16:03 WITA

Kapolda Sulsel terima Penghargaan IKPA T.A 2025 Peringkat I dari Kapolri, wujud komitmen pengelolaan anggaran yang profesional dan akuntabel

29 April 2026 - 15:56 WITA

Kapolda Sulsel Berikan Pengarahan kepada Personel Polres Luwu Utara, Tekankan Profesionalitas dan Disiplin Anggota

27 April 2026 - 18:22 WITA

Gelar Operasional Triwulan I Tahun 2026, Kapolda Sulsel Tekankan Evaluasi dan Peningkatan Kinerja

23 April 2026 - 18:08 WITA

Trending di Daerah