Sibulue (14/5) – Sekira pukul 17.30 WITA, warga Dusun Sampobea, Desa Tadang Palie, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung di Sungai Leteng Patu. Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Lelaki Anto yang tengah melintas di sekitar lokasi.
Setelah menyadari adanya mayat yang mengapung, Lelaki Anto segera menghubungi Kepala Dusun Sampobea, Lelaki Hermansyah, untuk melaporkan kejadian tersebut. Merespon laporan itu, Kepala Dusun langsung mengoordinasikan informasi ke pihak berwajib agar proses penanganan dapat segera dilakukan secara cepat dan tepat.
Sekitar pukul 17.40 WITA, personil dari Polsek Sibulue tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tim dipimpin oleh Kepala SPKT AIPTU Muh. Yassir bersama sejumlah anggota lainnya, yaitu AIPTU Syahbadul, Kanit Reskrim AIPTU H. Gudnaedi, serta Kanit Intelkam AIPDA A. Alfian Ansari. Mereka langsung melakukan pengamanan di sekitar lokasi penemuan mayat dan menunggu tim evakuasi datang.
Tak lama berselang, sekitar pukul 18.00 WITA, Tim Basarnas Kabupaten Bone dan Tim SAR dari Brimob Batalyon C Pelopor tiba di lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi. Dengan koordinasi yang baik antara aparat kepolisian dan tim penyelamat, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi medan yang cukup sulit.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 18.50 WITA. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk proses selanjutnya. Pihak keluarga menerima jenazah korban dan menyampaikan bahwa korban akan segera dimakamkan sesuai adat dan prosedur yang berlaku.
Adapun identitas korban diketahui bernama Masse, seorang petani berusia 72 tahun yang berdomisili di Dusun Pattiro, Desa Pattimpa, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. Berdasarkan informasi awal, korban ditemukan di sungai yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggalnya, yaitu di Sungai Pakkasalo.
Pihak kepolisian bersama tim gabungan masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian korban. Namun, hingga laporan ini dibuat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan awal menyebutkan bahwa korban kemungkinan besar terpeleset atau mengalami kecelakaan saat beraktivitas di sekitar sungai.






















