Menu

Mode Gelap
Polres Bone Buka Layanan Penitipan Kendaraan dan Barang Berharga Gratis bagi Pemudik Idul Fitri 1447 H Viral Video Konsumsi Sabu, Polres Bone Lakukan penelusuran ternyata Kejadian Setahun Lalu Respons Cepat Polsek Lappa Riaja Tangani Dugaan Penganiayaan Anak, Tegaskan Tidak Ada Penolakan Laporan Kasat Narkoba Polres Bone Bantah Dugaan Suap Dalam Penanganan Kasus Narkoba Satresnarkoba Polres Bone Amankan Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Jalan Pisang Baru

Klarifikasi Berita · 17 Mei 2025 21:24 WITA ·

Bhabinkamtibmas Undang Warga Klarifikasi Tudingan “Parakang” di Sibulue


 Bhabinkamtibmas Undang Warga Klarifikasi Tudingan “Parakang” di Sibulue Perbesar

Sibulue (15/5) — Dua warga Dusun Botto, Desa Pattiro Sompe, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Nuhaya dan Riska, beberapa hari terakhir merasa resah akibat adanya tudingan tidak berdasar dari sejumlah warga yang menuduh mereka sebagai Parakang. Dalam mitologi Bugis-Makassar, Parakang merupakan makhluk gaib yang dipercaya dapat menjelma menjadi berbagai wujud dan kerap dikaitkan dengan penyakit misterius atau kemalangan.

Merasa nama baiknya tercemar, Nuhaya dan Riska pun mengadu kepada Bhabinkamtibmas Desa Pattiro Sompe, Bripka Sudirman. Keduanya mengungkapkan keresahan dan tekanan sosial yang mereka alami akibat fitnah tersebut, hingga harus dijauhi oleh beberapa warga.

Menyikapi laporan tersebut, Bripka Sudirman bergerak cepat dengan menghubungi Kepala Dusun setempat serta Kepala Desa Pattiro Sompe, Heri Arham. Pada Kamis (15/5), Bripka Sudirman bersama aparat desa menggelar pertemuan di kantor desa, mengundang warga dan tokoh masyarakat setempat untuk memberikan klarifikasi dan pemahaman.

Dalam kesempatan itu, Bripka Sudirman menjelaskan pentingnya menjaga kerukunan warga serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu tak berdasar. Ia juga menegaskan bahwa tudingan tanpa bukti dapat merusak hubungan sosial dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Jangan mudah percaya pada kabar yang belum jelas kebenarannya. Fitnah seperti ini bisa merusak persaudaraan yang selama ini terjalin baik,” ujar Bripka Sudirman di hadapan warga.

Setelah mendapatkan penjelasan, warga yang sebelumnya terpengaruh isu tersebut akhirnya menyadari kekeliruannya dan secara terbuka meminta maaf kepada Nuhaya dan Riska. Keduanya pun merasa lega dan mengucapkan terima kasih atas upaya Bripka Sudirman beserta pihak desa yang telah membantu membersihkan nama baik mereka.

Kepala Desa Pattiro Sompe, Heri Arham, juga mengimbau warganya agar lebih bijak menyikapi isu-isu di lingkungan sekitar. “Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang, dan masyarakat bisa saling menjaga, bukan saling menuduh,” ungkapnya.

Dengan berakhirnya pertemuan tersebut, situasi di Dusun Botto kembali kondusif. Warga bersepakat untuk tetap menjaga harmoni dan tidak mudah terhasut oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Artikel ini telah dibaca 61 kali

Baca Lainnya

Personel Polsek Sibulue Laksanakan Patroli di Wilayah Rawan

25 Maret 2026 - 10:44 WITA

Silaturahmi Pasca Lebaran, Polsek Sibulue Perkuat Soliditas Polri dan Masyarakat

21 Maret 2026 - 21:15 WITA

Polsek Sibulue Pantau APMS, Penyaluran BBM Bersubsidi Dipastikan Aman dan Lancar

21 Maret 2026 - 20:43 WITA

Wakapolsek Sibulue Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Malam Lebaran

21 Maret 2026 - 20:33 WITA

Perdana Digelar di Lapangan, Polsek Sibulue Berikan Pengamanan Sholat Idul Fitri

21 Maret 2026 - 19:58 WITA

Respon Cepat Polsek Sibulue Tangani Dugaan Penyerangan, Situasi Berhasil Dikendalikan

21 Maret 2026 - 19:46 WITA

Trending di Polsek Sibulue