Bone,– Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Bone menggelar Sosialisasi Optimalisasi Penyaluran Pupuk Subsidi, yang berlangsung pada Rabu (16/7/2025) pukul 10.30 WITA, bertempat di Aula Hotel Makkasau, Jalan M.T. Haryono, Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., Dandim 1407/Bone Letkol Inf La Ode Muhammad Idrus, Wakapolres Bone Kompol Antonius Tutleta, S.Pd., Manager Regional 4 Pupuk Indonesia Wisnu Ramadhani, Plt. Kadis Pertanian Nurdin, SP., M.Si., Ketua TP-PKK Hj. Maryam Andi Asman, serta para penyuluh dan pengecer pupuk se-Kabupaten Bone.
Wakapolres Bone Kompol Antonius Tutleta, S.Pd. menyampaikan, “Alhamdulillah pada hari ini kita bersama melaksanakan sosialisasi sekaligus mendukung penyaluran pupuk subsidi sebagai bentuk bantuan langsung kepada masyarakat petani.”
Kabupaten Bone merupakan wilayah terbesar ketiga di Provinsi Sulawesi Selatan yang mencakup 27 kecamatan dengan luas wilayah mencapai 4.559 km². Sebagai salah satu sentra produksi padi utama di Sulawesi Selatan dan secara nasional, Bone memiliki total luas lahan sawah sebesar 118.565 ha yang terdiri dari:
• Sawah beririgasi: 42.004 ha
• Sawah tadah hujan: 70.159 ha
• Sawah pasang surut: 5.479 ha
• Lahan rawa lebak: 924 ha
Alokasi dan Penyaluran Pupuk Subsidi Tahun 2025
Untuk tahun 2025, Kabupaten Bone mendapat alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 147.347 ton, yang terdiri dari:
• Urea: 78.785 ton
• NPK: 64.372 ton
• NPK Formula Khusus: 1.340 ton
• Organik: 2.850 ton
Namun, alokasi tersebut hanya memenuhi sekitar 64,72% dari total kebutuhan pupuk berdasarkan e-RDKK yang mencapai 227.665 ton.
Adapun hingga tanggal 14 Juli 2025, jumlah pupuk subsidi yang telah disalurkan mencapai 72.213 ton atau sekitar 49% dari alokasi, dengan rincian:
• Urea: 33.868 ton
• NPK: 37.488 ton
• NPK Formula Khusus: 74 ton
• Organik: 783,6 ton
Permasalahan dan Solusi
Wakapolres juga menggarisbawahi beberapa permasalahan dalam distribusi pupuk subsidi, seperti:
1. Ketidaksesuaian antara alokasi pupuk dan kebutuhan riil petani dalam e-RDKK.
2. Ketidakmerataan akses pupuk di daerah terpencil yang sulit dijangkau kendaraan roda empat, sehingga petani tidak menikmati harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) akibat tingginya biaya transportasi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, disarankan beberapa langkah strategis, antara lain:
• Penyaluran pupuk bersubsidi harus berbasis e-RDKK dengan alokasi yang sesuai kebutuhan riil.
• Menjamin ketersediaan stok pupuk di gudang distributor dan pengecer.
• Melakukan rasionalisasi wilayah kerja pengecer dan distributor.
• Memberikan alokasi bantuan dana transportasi melalui APBD, khususnya untuk daerah terpencil agar petani tetap bisa mendapatkan pupuk dengan harga sesuai HET.
Kompol Antonius juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor: “Saya menghimbau kepada para distributor dan pengecer agar menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai wilayah tanggung jawab masing-masing. Kepada Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) dan instansi terkait agar melakukan pengawasan dan pengamanan penyaluran sampai ke tangan petani.”
Sebagai penutup, kegiatan dirangkaikan dengan pembagian hadiah kepada masyarakat melalui undian kupon. Hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.Si., sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang hadir dan mendukung kelancaran program penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bone.
Emank21






















