Pada hari Jumat, tanggal 05 September 2025 sekitar pukul 13.30 WITA, bertempat di Masjid Raya Nurul Muttaqin Dusun I Abbanuang, Desa Abbanuang, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, berlangsung kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 H / 2025 M. Acara ini mengusung tema “Meneladani Kesederhanaan Nabi Menangkal Konflik Sosial” dan diisi dengan ceramah hikmah oleh Ustadz Riswandi Muin, S.Sos., M.Sos.
Acara peringatan Maulid Nabi tersebut dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Lel. Ardiansyah, dilanjutkan dengan penampilan vokal grup dari TK/TP Nurul Muttaqin Abbanuang. Suasana kegiatan berlangsung penuh khidmat, dihadiri ratusan jamaah yang antusias mengikuti rangkaian acara. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai media silaturahmi antarwarga sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya Plt. Camat Awangpone Andi Aidil Apriadi Sammang, S.IP., M.A.P., Kapolsek Awangpone AKP Supriyadi, S.Sos., Kasi PMD Kecamatan Awangpone Muhammad Sabir, S.Sos., Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Awangpone Lel. Jusman, S.Sos., Ps. Kanit Samapta Polsek Awangpone Aipda Muh. Ikbal, Ps. Kanit Intel Polsek Awangpone Aipda Fahri, Kepala Desa Abbanuang H. Ridwan, Bhabinkamtibmas Desa Abbanuang Brigpol Saharuddin, S.Sos., Babinsa Desa Abbanuang Pelda Aris, Imam Desa Abbanuang Lel. Kamaruddin, Ketua BPD Desa Abbanuang Lel. Wahyudi, Imam Dusun I Abbanuang Lel. Rudi, serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan dengan jumlah sekitar 300 orang.
Dalam ceramah hikmahnya, Ustadz Riswandi Muin, S.Sos., M.Sos., menyampaikan pesan tentang pentingnya meneladani kesederhanaan hidup Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bahwa kesederhanaan merupakan salah satu kunci dalam mencegah dan meredam potensi konflik sosial. Dengan mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, masyarakat diharapkan mampu hidup rukun, saling menghargai, dan menjaga persatuan.
Secara keseluruhan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Nurul Muttaqin Abbanuang berjalan dengan aman, tertib, dan penuh makna. Antusiasme masyarakat yang hadir menjadi bukti nyata kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW. Diharapkan, semangat Maulid ini tidak hanya berhenti pada acara seremonial, tetapi juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(Awp~14)






















