Polresbonetribratanews.com, Bone ~ Awangpone, Kapolsek Awangpone Polres Bone AKP H. ANSAR, S.Pd., gelar binrohtal dalam rangka pembinaan mental yang didampingi oleh Ketua Bhayangkari ranting Awangpone Ny. HJ. ANTY ANSAR bersama bhayangkari lainnya.
Tampak pula para KA SPKT , KANIT, KASI serta Anggota Polsek Awangpone lainnya, serta masyarakat sekitar Mapolsek Awangpone yang ikut dalam melaksanakan kegiatan pengajian atau yang dikenal dengan istilah Binrohtal.
Kegiatan Binrohtal bertempat di Mesjid Itihadul Ummah yang terletak di Markas Komando Kepolisian Sektor Awangpone Polres Bone di kelurahan Macope Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone .
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 1 Desember 2022 sekitar Pukul 09.00 Wita dengan tujuan untuk meningkatkan keimanan anggota dalam menjalankan tugas agar penuh dengan keihklasan.
AKP H. ANSAR, S.Pd., selaku Kapolsek Awangpone Polres Bone membuka kegiatan pengajian atau Binrohtal dengan ucapan syukur kepada Allah ﷻ atas segala karunia Nya, selanjutnya dilanjutkan siraman rohani oleh Ustad Siswandi Marzuqi.
Ustad Siswandi Marzuqi yang merupakan salah satu pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren Darul Lappae yang bertempat di Desa Lappae Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone.
Adapun isi ceramah yang disampaikan bahwa setiap manusia ingin bahagia baik di dunia maupun diakhirat, namun tidak semua orang mendapatkan walaupun berkali-kali berdoa namun tidak ditempuh jalannya maka kebahagiaan tidak akan didapatkannya.
Adapun penyebabnya beragam, ada yang setelah baca doa ada yang pergi tidur, ada pula yang pergi bermain domino bahkan ada yang tidak shalat atau meninggalkan shalat, sedangkan untuk mendapatkan kebahagiaan harus menempuh 4 perkara.
Ada 4 perkara yang dimaksud apabila dimiliki oleh setiap umat muslim maka akan mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat :
1. Hati yang selalu bersyukur kepada Allah ﷻ, Orang bersyukur akan selalu bahagia dalam berbagai kondisi, Baik saat dipuji maupun saat dimaki. Perbanyak rasa syukur dengan banyak banyak memuji Allah ﷻ.
Isilah kehidupan dengan kebaikan kebaikan sebagaimana Agama merupakan dinul Islam yaitu membuat dirinya dan orang lain ikut selamat dan menyelamatkan.
Bila suami tidak bersyukur terhadap istrinya maka yang nampak hanya keburukan istrinya, siapa yang bersyukur maka Allah akan tambahkan nikmatnya.
2. Raga dan jiwa selalu bersabar, Sabar bukan berarti diam namun sabar memiliki 3 kriteria, yaitu sabar dengan perintah Allah ﷻ dan sabar tinggalkan larangan Allah ﷻ serta sabar dalam menghadapi segala bentuk musibah yang dialami.
Barang siapa yang meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah ﷻ maka Allah ﷻ akan menggantikannya berkali kali lipat dengan harta yang halal karena yang sudah ditetapkan menjadi Reski kita maka Allah ﷻ akan datangkan reseki yang halal selama kita bersabar.
3. Lisan yang senantiasa berzikir kepada Allah ﷻ, dzikir tidak terbatas hanya pada ucapan tertentu saja melainkan dzikir itu adalah ketaatan kepada Allah ﷻ, tetap berdzikir baik pada saat ramai maupun disaat sendiri.
Tidak ada ketenangan dikota kecuali orang dikota mengingat Allah ﷻ dan tidak ada ketenangan didesa kecuali orang didesa mengingat Allah ﷻ serta tidak ada ketenangan ditempat manapun kecuali saat kita mengingat Allah dan Majelis ilmu merupakan kunci untuk memperbaiki kehidupan kita.
Selanjutnya Ustad Siswandi Marzuqi mengajarkan amalan rutin buat diamalkan sehari hari yang dimulai setengah jam sebelum waktu sholat subuh bangun, pakai parfum lalu baca Alquran dan setelah shalat subuh jangan tidur sampai terbit matahari sebaiknya baca Al-Qur’an.
Setengah jam sebelum magrib hentikan segala kegiatan siapkan diri untuk shalat magrib sambil membaca Al-Qur’an atau dzikir petang, antara Magrib sampai isya sebaiknya matikan HP dan matikan televisi, kumpul bersama dengan keluarga bahas agama.
Yang menentukan bahagia dunia akhirat yaitu dengan membentuk keluarga yang taat pada Allah ﷻ , binalah keluarga dengan lemah lembut, mengalah dengan istri bukan kelemahan tapi membuat rumah tangga bahagia, Biasakan kasih hadiah kepada anak dan didiklah anak dengan penuh kasih sayang.
(Awp~14)






















