Bone – Manurunge, Persoalan tawuran pelajar menjadi perhatian serius karena tidak hanya dapat mengganggu proses belajar, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban dan mengganggu keamanan masyarakat, Untuk mencegah hal tersebut kembali terjadi, langkah antisipasi dilakukan Polsek Tanete Riattang melalui komunikasi langsung dengan pihak sekolah.”Selasa 6/10/2026
Bhabinkamtibmas Polsek Tanete Riattang Aipda Tenri Lesang bersama Bripka Sultan melaksanakan sambang dan koordinasi ke SMKN 7 Bone menyikapi adanya informasi mengenai beberapa siswa yang kerap terlibat dalam aksi tawuran.

Kedatangan kedua Bhabinkamtibmas tersebut diterima oleh Kepala UPT SMKN 7 Bone bersama bagian kesiswaan. Pertemuan berlangsung dalam suasana koordinatif dengan membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama untuk mencegah terjadinya tawuran maupun tindakan lain yang dapat mengganggu keamanan.
Dalam koordinasi tersebut, Bhabinkamtibmas mendorong pihak sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa, terutama pada waktu-waktu yang dinilai rawan.
Komunikasi dengan orang tua juga dipandang penting agar pengawasan terhadap anak tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi berlanjut di luar jam belajar.
Aipda Tenri Lesang dan Bripka Sultan juga menekankan pentingnya memberikan pembinaan kepada siswa. Pendekatan dilakukan bukan semata-mata untuk memberikan efek jera, tetapi agar para pelajar memahami bahwa tawuran dapat membawa dampak serius bagi diri sendiri, keluarga, sekolah maupun lingkungan sekitar.
Bhabinkamtibmas juga mengajak pihak sekolah untuk segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan adanya indikasi rencana tawuran atau aktivitas siswa yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas. Dengan informasi yang diterima lebih awal, langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang.
Langkah yang dilakukan Aipda Tenri Lesang dan Bripka Sultan tersebut menunjukkan bahwa Bhabinkamtibmas tidak menunggu gangguan Kamtibmas terjadi. Melalui sambang dan koordinasi langsung, kepolisian berupaya membangun sistem pencegahan bersama pihak sekolah demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Kapolsek Tanete Riattang AKP Budiawan, S.IP., M.M. menegaskan bahwa penanganan kenakalan pelajar membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“Pencegahan tawuran tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian. Sekolah, orang tua dan lingkungan juga memiliki peran penting. Karena itu, komunikasi dan koordinasi harus terus dibangun agar setiap potensi gangguan dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Polsek Tanete Riattang terus mendorong para Bhabinkamtibmas untuk aktif membangun komunikasi dengan sekolah dan masyarakat. Langkah kecil berupa sambang dan koordinasi menjadi bagian dari upaya besar menjaga generasi muda sekaligus menciptakan Kamtibmas yang aman dan kondusif.
EAT 39






















