Bone – Manurunge, Kesalahpahaman yang melibatkan dua remaja di Kelurahan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, berhasil diselesaikan melalui langkah mediasi yang dilakukan secara bersama-sama oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa dan pihak kelurahan.”Selasa 6/10/2026
Bhabinkamtibmas Kelurahan Pallette Aipda Hamdan bersama Babinsa Koptu Hafid dan staf Kelurahan Pallette bergerak setelah menerima laporan dari warga terkait perkelahian yang melibatkan dua remaja.

Perselisihan tersebut berawal dari aksi saling ejek yang kemudian berujung pada perkelahian. Setelah kejadian tersebut, kedua remaja diketahui masing-masing menghubungi teman-temannya untuk memberikan bantuan, sehingga situasi berpotensi berkembang dan melibatkan kelompok yang lebih banyak.
Menyikapi kondisi tersebut, Aipda Hamdan bersama Koptu Hafid segera berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Pallette beserta perangkatnya. Kedua remaja bersama kelompoknya kemudian dihadirkan di Kantor Lurah Pallette untuk dilakukan mediasi dan penyelesaian secara kekeluargaan.
Dalam proses mediasi, seluruh pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan persoalan dan memahami dampak yang dapat ditimbulkan apabila permasalahan tersebut terus berlanjut.
Bhabinkamtibmas dan Babinsa mengingatkan para remaja agar tidak mudah terpancing oleh ejekan maupun provokasi yang dapat berujung pada perkelahian dan mengganggu keamanan lingkungan.
Setelah melalui proses mediasi, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai. Mereka juga menyatakan kesanggupan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang lebih baik tanpa melibatkan kelompok atau teman-temannya.
Langkah tersebut menjadi bentuk nyata sinergi TNI-Polri bersama pemerintah kelurahan dalam melakukan pencegahan sejak dini. Kehadiran aparat tidak hanya bertujuan menyelesaikan persoalan yang telah terjadi, tetapi juga mencegah agar perselisihan antarindividu tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok.
Bhabinkamtibmas Aipda Hamdan menegaskan pentingnya peran bersama dalam membimbing generasi muda agar mampu menjaga pergaulan dan tidak mudah terprovokasi.
Dengan komunikasi, pendekatan persuasif dan problem solving, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan secara aman dan kondusif.
EAT 39






















