Bone – Manurunge, Upaya menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat terus dilakukan Polsek Tanete Riattang. “Kamis 1/9/2026
Melalui Unit Patroli Bhabin Urban, personel gabungan Bhabinkamtibmas turun langsung menyisir sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadinya gangguan Kamtibmas.

Patroli tersebut dipimpin Wadantim Tengah Aiptu Yusran, S.H. bersama personel gabungan Bhabinkamtibmas Urban. Kehadiran petugas di lapangan menjadi langkah preventif untuk mencegah terjadinya perkelahian kelompok, aksi penyerangan serta gangguan keamanan yang dapat meresahkan masyarakat.
Dalam pelaksanaan patroli, personel mendatangi wilayah Kelurahan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur, setelah mendapatkan informasi adanya kelompok yang diduga terlibat perkelahian serta penyerangan menggunakan busur.
Petugas kemudian mengambil langkah cepat dengan membubarkan kelompok yang berada di lokasi guna mencegah terjadinya bentrokan maupun korban dari kalangan masyarakat.
Patroli juga berhasil menggagalkan rencana aksi penyerangan yang diduga akan dilakukan kelompok yang menyebut dirinya BADOS (Gabungan Anak Panyula) terhadap kelompok PORTI (Gabungan Anak Toro).
Kedua kelompok tersebut diketahui berada di sekitar Lapecce, Kelurahan Panyula, dan Kelurahan Toro, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Tidak berhenti di sana, personel kembali bergerak melakukan pemantauan dan membubarkan kelompok SALFADOR dan PALANGA CITY yang merupakan gabungan pemuda dari beberapa wilayah dan ditemukan berkumpul di sekitar samping SPBU Palanga, Kelurahan Tanete Riattang.
Langkah serupa dilakukan di Jalan Sungai Musi. Petugas mendatangi lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya sejumlah pemuda sekaligus membubarkan kegiatan pesta minuman keras yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas.
Dalam kegiatan patroli tersebut, personel turut mengamankan barang yang diduga digunakan untuk melakukan kekerasan, berupa 4 bilah parang panjang dan 1 anak panah (busur). Barang tersebut diamankan sebagai bagian dari langkah kepolisian untuk mencegah penggunaannya dalam aksi yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Selain melakukan patroli dan penertiban, personel juga mengedepankan pendekatan koordinatif. Petugas melakukan komunikasi dengan pihak SMK 2 terkait kejadian pengrusakan atau pelemparan yang mengakibatkan beberapa kaca jendela sekolah mengalami kerusakan.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi serta lingkungan sekolah tetap aman bagi para siswa dan tenaga pendidik.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa patroli Polri bukan sekadar hadir setelah gangguan terjadi. Kehadiran personel di lapangan menjadi bentuk pelayanan preventif untuk membaca situasi, mencegah potensi konflik sejak dini dan memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman.
Polsek Tanete Riattang terus mengedepankan kehadiran personel di tengah masyarakat sebagai bagian dari pemeliharaan Kamtibmas.
Melalui patroli, pendekatan dan koordinasi dengan berbagai pihak, Polri berupaya menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mencegah generasi muda terlibat dalam aksi kekerasan dan aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.
EAT 39






















